Urea

Dalam memasarkan produk urea, Pupuk Iskandar Muda melaksanakan dua metode yaitu pemasaran urea bersubsidi dengan sistem tertutup melalui RDKK dan pemasaran urea non subsidi, dengan pembelian langsung ke PT Pupuk Iskandar Muda.

Guna memenuhi penugasan Pemerintah mengenai pemenuhan suplai pupuk urea, Pupuk Iskandar Muda memprioritaskan kebutuhan dalam negeri (urea bersubsidi) sesuai alokasi yang ditetapkan oleh pemerintah. PT PIM menyiapkan stok yang cukup untuk kebutuhan di masing-masing wilayah pemasaran, sehingga kelangkaan pupuk dapat diminimalisir.

Pola penyaluran pupuk urea produksi PT PIM disesuaikan dengan peruntukannya, yaitu:

a. Pupuk Urea Bersubsidi

Berdasarkan keputusan Menperindag Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003, pupuk urea bersubsidi yang diproduksi oleh PT PIM wajib disalurkan di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara. Pupuk bersubsidi ini disalurkan untuk kegiatan usaha budidaya tanaman oleh petani, pekebun dan peternak, bukan usaha yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan, perusahaan tanaman pangan, perusahaan holtikultura ataupun perusahaan peternakan.

Peraturan tersebut diatas diganti dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor: 03/M-DAG/PER/2/2006 tanggal 12 Pebruari 2006 yang menetapkan bahwa PT PIM hanya bertanggung jawab untuk penyaluran pupuk urea di Provinsi Aceh saja, sedangkan untuk Provinsi Sumatera Utara menjadi tanggung jawab PT Pusri. Peraturan tersebut kemudian diperbaharui kembali dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27/M-DAG/PER/7/2006 tanggal 14 Juli 2006 yang menyebutkan bahwa tanggung jawab untuk pengadaan dan penyaluran pupuk urea bersubsidi di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara dialihkan kepada PT Pusri. Khusus untuk penyaluran pupuk di Provinsi Aceh, pelaksanaannya dilakukan oleh PT PIM melalui Kerjasama Operasi (KSO) dengan PT Pusri.

Sesuai peraturan Permendag No. 07/M-DAG/PER/2/2009, tanggal 09 Februari 2009 PT PIM kembali diminta sebagai Penanggung jawab untuk pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Aceh. Disamping itu PT PIM juga diminta untuk memasok pupuk bersubsidi ke beberapa wilayah yang menjadi tanggung jawab Pusri melalui KSO. Berdasarkan surat dari PT Pusri (Persero) No. U-909/A00000.UM/2011, tanggal 11Agustus 2011, perihal Penugasan Wilayah Tanggung jawab Pengadaaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Kepada PT Pupuk Iskandar Muda ditugaskan mendistribusikan pupuk urea bersubsidi untuk wilayah: Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), Riau dan Kepulauan Riau (Kepri).

Pola penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan secara berjenjang melalui beberapa lini, yaitu:

  • Lini I adalah lokasi gudang pupuk di wilayah pabrik produsen atau di wilayah pelabuhan tujuan untuk pupuk impor.
  • Lini II adalah lokasi gudang produsen di wilayah Ibukota Provinsi dan Unit Pengantongan Pupuk (UPP) atau di luar wilayah pelabuhan.
  • Lini III adalah lokasi gudang produsen dan atau distributor di wilayah kabupaten/kota yang ditunjuk atau ditetapkan oleh produsen.
  • Lini IV adalah lokasi gudang atau kios pengecer di wilayah kecamatan dan atau desa yang ditunjuk atau ditetapkan oleh distributor.

Produsen pupuk bertanggung jawab terhadap kinerja pengadaan pupuk dari Lini-I sampai dengan lini-IV pada wilayah provinsi yang menjadi tanggung jawabnya.
 

Kebijakan Harga

Kebijakan harga jual pupuk urea bersubsidi yang ditetapkan oleh Pemerintah, dalam hal ini Menteri Pertanian, berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Harga tersebut berlaku apabila pembelian dilakukan dalam kemasan 50 kg/zak, dibayar tunai, dan dibeli di kios resmi yang telah ditunjuk oleh distributor.

Perkembangan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk urea bersubsidi yang ditetapkan pemerintah selama 10 tahun terakhir adalah seperti yang terlihat pada Grafik di bawah ini.


Mekanisme Penyaluran Pupuk Bersubsidi Saat Ini

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No.17/M-DAG/PER/6/2011, tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk sektor Pertanian
 

b. Pupuk Urea Kebun

Pemerintah tidak mengatur pola penjualan dan distribusi pupuk urea untuk sektor perkebunan besar, tetapi pola tersebut ditetapkan sendiri oleh masing-masing produsen pupuk. Pola penjualan pupuk urea kebun PT PIM dilakukan dengan penjualan sistem FOB, FOT atau CIF. Khusus untuk  wilayah Provinsi Sumatera Utara, penjualannya dengan kondisi FOT gudang milik PT PIM di lini-II (Mabar – Belawan), dan untuk wilayah Provinsi Aceh dengan kondisi FOT gudang pabrik (Lhokseumawe).
 

c. Pupuk Urea Ekspor

Penjualan pupuk urea ekspor dapat dilakukan apabila sudah ada izin ekspor dari Menteri Perdagangan. Izin ekspor ini akan diterbitkan oleh Menteri Perdagangan melalui pengajuan PT Pusri (Persero) selaku induk  perusahaan yang selanjutnya akan dibagi sesuai alokasi masing masing produsen pupuk selaku anak perusahaan.

Pola penjualan pupuk urea ekspor dilakukan dengan basis FOB dan ditender secara terbuka, baik untuk pembeli dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang dilakukan secara bersama sama dengan produsen pupuk lainnya dibawah koordinasi PT Pusri (Persero) selaku induk perusahaan. Dengan sistem tender tersebut diharapkan akan diperoleh harga jual yang terbaik bagi PT PIM.